Orca yang hidup terkurung dalam sebuah penangkaran cenderung memiliki sirip bengkok.
Hidup dalam penangkaran ditempat yang kecil, dipaksa melakukan atraksi, diet yang buruk karena hanya makan makanan beku.
Berenang mengitari kolam yang sempit untuk waktu yang lama sampai kau tidak menyadari waktu telah berlalu dan tidak pernah kembali.
Menipu diri dengan hiburan sesaat untuk melupakan kesedihan.
Tapi tak pernah menyembuhkan hati dan pikiran.
Hidup yang menyesakkan dan memuakkan.
Memimpikan samudera biru yang luas menjadi rumah nya.
Berenang sendirian di lautan asing pun tak mengapa, kan ku temukan kawanan ku sendiri di sepanjang jalan!
Kesulitan akan aku hadapi asalkan aku bisa hidup bahagia di samudera.
Bebas....
Melakukan yang aku inginkan. Pergi sejauh yang aku inginkan. Hidup bahagia walaupun laut tidak selalu tenang. Walaupun laut tidak sepenuhnya aman. Menjadi predator puncak, bagi Orca liar laut juga berbahaya. Manusia sebagai the top predator juga memburu Paus.
Mereka bilang hidup harus disyukuri, Lihat sisi baiknya. Kesehatan dan hidup bukan kah anugerah?
Bukan kah diriku hanya seekor Orca yang hidup di penangkaran dimana orang orang menjadi penonton dan juri seakan akan tau yang terbaik.
Orca kuharap kau bisa terbebas dari kolam kecil itu.

No comments:
Post a Comment