Alhamdulillah bisa lewatin pandemi, alhamdulillah juga masih diberikan rezeki, pekerjaan dan umur yang panjang. Walaupun banyak pergumulan batin, tears that have been held setahun belakangan ini, mengenai karir, diri sendiri, physically and mentally.
Ternyata aku bisa survive dan bisa melewatinya.
Alhamdulillah dengan uang yang aku hasilkan sendiri aku bisa pergi liburan ke Bali. Entahlah walaupun ketika disana aku merasa hampa.
Merasa biasa saja padahal saat itu aku pergi berlibur, bertemu teman lama yang sudah gak ketemu 5 tahun lamanya. I feel awkward, writ and numb. Things surely changed. Pain and trauma numb my heart.
I decide to let go my one and only closest friend last December.
Allah juga nunjukin kalo ternyata memang aku harus bergantung hanya kepada Nya, la hawla wala quwata illa billah
"Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata".
Aku hanya makhluk lemah tanpa Allah. Satu saja nikmat yang diambil. I can't imagine it.
You are on your own kid, kayanya one of the song yang relate banget ini saat ini. Entah kenapa jadi tertantang kalo emang gue harus bisa ngelakuin apa apa sendiri. Harus berani harus berani setting boundaries and saying no.
Setelah Bali ternyata kepikiran untuk bisa nge explore Indonesia, dan terutama diri ini. Gak kepikiran awalnya jujur, bagi seorang introvert, diam dirumah seharian udah paling nyaman dan aman. But turns out ada moment ohhhh ternyata even numb, jadi Bali ternyata Indah juga ya, having an experience itu ternyata beda feeling nya dari pada cuma liat di instagram. I have memories to be stored. Disitu awal mulai kepikiran hidup ku selama ini flat banget and no color. Pengen bisa ngebangunin hati yang sudah mati rasa ini. So I decided, let's make more memory and experience. Jadi bisa ngisi ingatan dan mewarnai hidup aku yang no color. Padahal baru traveling sekali even feeling numb, I think the ocean is calling me.

No comments:
Post a Comment